V60 anual brewing

V60 anual brewing

Sabtu, 23 Januari 2016

Si Hitam Yang Kaya Rasa


Pahit itu hilang. Rasanya berganti menjadi sedikit asam. Meninggalkan sentuhan manis, saat cairan berwarna kecokelatan itu meluncur ke tenggorokkan.


Tangan Andy bergerak lincah. Mengubah biji hitam menjadi buliran kasar. Memanaskan air dan memindahkannya ke sebuah katel berleher langsing. Lekuknya serupa leher angsa. Para manual brewer menyebutnya kettle leher angsa. 

Andy menuangkan buliran kasar itu ke atas kertas putih berbentuk kerucut. Tipisnya menyerupai kertas tissu. Hanya saja teksturnya lebih kasar. Tidak lama kemudian, secara perlahan dia menuangkan air panas ke atas bubuk kopi. Sedikit demi sedikit, menciptakan buih berwarna krem yang disebut crema.

Cairan itu meresap. Asapnya mengeluarkan aroma harum yang khas. Resapan airnya menetes melalui sudut kertas. Jatuh ke dalam katel saji dari kaca. Warnanya kecokelatan serupa teh. 

Setelah menuangkan hampir seluruh air panasnya. Andy lalu mengambil katel saji. Menggerakkannya dengan cara memutar. Menghirup aromanya. Lalu menuangkannya ke dalam dua gelas. Menyerahkan salah satunya kepada seorang perempuan berparas ayu.

Perempuan itu tersenyum. Tak lama dia menyesap kopi buatan Andy. Pria yang berprofesi sebagai arsitek itu pun melakukan hal serupa. 

“Asamnya terasa tidak?” tanyanya kepada si perempuan, yang dijawab dengan anggukkan singkat sebelum melenggang pergi. Meninggalkan senyum puas di wajah Andy.

Andy adalah salah satu manual brewer yang turut berpartisipasi dalam sebuah acara Cerita Kopi #1. Sebuah acara yang digelar di deQ, salah satu coffee shop di kawasan Mohammad Toha, Bandung pada September 2015 lalu. Ratusan orang datang silih berganti. Kebanyakan kaum muda yang baru mengenal kopi. Sebagian lagi adalah para penikmat kopi sejati yang bisa membedakan kopi-kopi yang ditawarkan di acara tersebut.

Kopi memang tidak selamanya memiliki rasa pahit. Sebaliknya, kopi kerap mengeluarkan rasa asam. Tidak jarang juga dia mengeluarkan aroma dan rasa manis. Semuanya tergantung dari jenis kopi dan letak perkebunannya. Biasanya, kopi jenis Arabika lah yang memiliki kandungan asam lebih tinggi ketimbang Robusta.

Meski asam, Arabika memiliki rasa yang kaya. Salah seorang manual brewer yang juga pemilik Daily Routine, Ucok mengatakan ada sekitar 800 rasa yang muncul dari Arabika. Ada asam serupa strawberry, citrus, orange, plum. Ada juga Arabika yang menebar rasa manis serupa karamel.

“Mungkin, ratusan rasa itu muncul karena kopi memiliki karakter menyerap aroma. Jadi, tanaman apapun yang ada di sekitar kebun kopi terserap ke buahnya,” katanya.

Bukan hanya itu. Ratusan rasa juga kerap muncul dari gilingan kopi dan juga cara menyeduhnya. Semakin halus gilingan, rasa yang muncul semakin pahit. Semakin kasar, maka muncullah rasa asamnya. Dan semakin panas air yang dituangkan ke bubuk kopi, maka karakter asam pun semakin hilang. Itulah sebabnya, para manual brewer selalu menurunkan suhu air untuk memunculkan karakter asli dari kopi yang akan diseduh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar